Breaking News
light_mode
Beranda » NASIONAL » Program Makan Begizi Gratis Presiden Tuai Kritik Tajam dari Koordinator BEM Nusantara Jatim.

Program Makan Begizi Gratis Presiden Tuai Kritik Tajam dari Koordinator BEM Nusantara Jatim.

  • account_circle Sudronesia
  • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
  • visibility 136
  • comment 0 komentar

Sudronesia – Program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh presiden prabowo menuai kritik tajam dari koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Jawa timur. Hal itu disampaikan setelah BEM Nusantara Jatim melakukan kajian dalam beberapa pertemuan dan mengambil sampling turun ke daerah titik-titik lokasi realisasi Program Makan Begizi Gratis.

Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Muhammad Zainnur Abdillah, menyampaikan kritik keras terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai telah kehilangan arah dan gagal menjamin keselamatan peserta didik. Hampir satu tahun setelah diluncurkan, program yang digadang-gadang untuk mencerdaskan anak bangsa ini justru diwarnai serangkaian kasus keracunan massal di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur.

“Tidak ada alasan yang dapat dibenarkan jika program yang dimaksudkan untuk menyehatkan generasi penerus bangsa justru berbalik membahayakan keselamatan mereka,” tegas Zainnur.

Laporan Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat lebih dari 11.500 anak menjadi korban keracunan MBG sejak awal Oktober 2025. Di Jawa Timur sendiri, sejumlah kasus terjadi di Tuban, Jember, Bojonegoro, hingga Ngawi, di mana ratusan pelajar mengalami gejala mual, pusing, bahkan muntah darah usai menyantap makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut BEM Nusantara Jawa Timur, akar persoalan MBG bukan hanya pada kelalaian teknis, tetapi juga pada lemahnya tata kelola dan rendahnya kompetensi lembaga pelaksana. Badan Gizi Nasional (BGN) yang memimpin program ini justru diisi oleh pejabat dengan latar belakang non-gizi, bahkan sebagian besar berasal dari unsur militer dan kepolisian. “Bagaimana mungkin lembaga yang mengurusi gizi anak dipimpin oleh orang yang tidak memiliki kompetensi di bidangnya?” tambah Zainnur.

Selain lemahnya pengawasan, banyak dapur MBG diketahui belum mengantongi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagaimana diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan. Padahal, sertifikat tersebut menjadi syarat mutlak bagi dapur yang memproduksi lebih dari 750 porsi makanan per hari. “SPPG yang tidak memiliki SLHS harus segera dihentikan operasionalnya sampai sistem keamanan pangan benar-benar diperbaiki,” tegasnya.

BEM Nusantara Jawa Timur menilai langkah pemerintah menutup sebagian SPPG tidak cukup. Evaluasi menyeluruh harus dilakukan secara independen dan berbasis bukti agar keamanan pangan bagi peserta didik dapat dijamin. BEM Nusantara juga menyoroti pentingnya sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) serta pelatihan bagi tenaga dapur agar mampu menjaga standar mutu dan kebersihan makanan.

Dalam momentum satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Zainnur menegaskan bahwa refleksi harus menjadi prioritas, bukan sekadar perayaan pencitraan.

“Keberhasilan program publik tidak diukur dari seberapa cepat dijalankan, tapi dari seberapa aman, transparan, dan berkelanjutan dampaknya bagi rakyat,” ujarnya.

Sebagai penutup, BEM Nusantara Jawa Timur menuntut:

  1. Penghentian sementara seluruh SPPG yang belum memiliki SLHS.
  2. Evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola MBG oleh lembaga independen.
  3. Kewajiban sertifikasi HACCP dan pelatihan tenaga dapur secara nasional.
  4. Keterlibatan publik dalam pengawasan program MBG melalui audit terbuka.

“Tujuan luhur mencerdaskan kehidupan bangsa tidak akan tercapai bila pelaksanaannya abai terhadap aspek ilmiah dan etika publik. MBG hanya akan menjadi simbol populisme tanpa arah jika pemerintah terus menutup mata terhadap lemahnya pengawasan dan kompetensi lembaga pelaksana,” tutup Zainnur.

  • Penulis: Sudronesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dicopot Predisent dari Menteri Koperasi. Budi Ari setiadi akan terima 2 Tunjangan Sekaligus.

    Dicopot Predisent dari Menteri Koperasi. Budi Ari setiadi akan terima 2 Tunjangan Sekaligus.

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sudronesia – Budi Arie Setiadi kini tak lagi menjabat sebagai Menteri Koperasi (Menkop) setelah Presiden Prabowo Subianto mencopotnya pada 7/9/2025 dan melantik Ferry Juliantono sebagai Menkop baru pada Senin (8/9) Budi Arie pun menyerahkan jabatannya ke Ferry melalui serah terima jabatan (sertijab) di kantornya. Terkait pergantian tersebut, Budi Arie mengaku tak terkejut. Ia mendapat kabar […]

  • Terpaut 4 negara peringkat FIFA dengan Lebanon. Timnas garuda berpotensi turun jika Kalah Lawan Lebanon

    Terpaut 4 negara peringkat FIFA dengan Lebanon. Timnas garuda berpotensi turun jika Kalah Lawan Lebanon

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sudronesia, Sepakbola – Laga FIFA Matchday pekan kedua timnas Indonesia akan menjamu timnas lebanon pada 8/9/2025 senin besok. Setelah sebelumnya mengalahkan taiwan dalam FIFA Matchday pertama dengan skor 6-0. Meski menang telak atas taiwan, timnas indonesia hanya mampu mengumpulkan poin yang sangat tipis dengan naik satu tingkat ke 117 pada peringkat FIFA. TIMNAS Kini timnas […]

  • Bahas Endapan Dana di BI, Mukhamad Misbakhun langsung tutup rapat.

    Bahas Endapan Dana di BI, Mukhamad Misbakhun langsung tutup rapat.

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sudronesia – Rapat kerja Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa dengan Komisi XI DPR RI sedang menjadi sorotan. Publik yang penasaran dengan kinerja Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa yang sempat memicu kontroversi akibat statement-statemen yang dikeluarkan di hari pertamanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Publik juga cukup terkejut dengan peristiwa yang terjadi dalam rapat […]

  • Satu bulan dilantik. Avicenna tunggu langkah kongkrit Komisi Irigasi

    Satu bulan dilantik. Avicenna tunggu langkah kongkrit Komisi Irigasi

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sudronesia – Pemerintah Kabupaten Gresik sudah resmi membentuk Komisi Irigasi periode 2024-2027. Pada Bulan september yang lalu Bupati gresik H. Fandi Ahmad Yani resmi mengukuhkan Komisi Irigasi kabupaten Gresik, Kegiatan pengukuhan dibarengi sekaligus Sidang Pleno pertama Komisi Irigasi yang dipimpin oleh ketua komisi irigasi Edy Hadisiswoyo. Dalam momentum pengukuhan Bupati gresik berpesan kepada komisi irigasi […]

  • Wasekjen PB. PMII desak KPK segera tetapkan tersangka kasus kuota haji

    Wasekjen PB. PMII desak KPK segera tetapkan tersangka kasus kuota haji

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sudronesia – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Bidang Keagamaan dan Hubungan Umat Beragama, menanggapi dinamika penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). PB PMII menyatakan sikap resmi terkait perkembangan penyidikan dugaan korupsi kuota haji yang saat ini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Fuad Muhammad […]

  • Aktivis Desak Bebaskan Tersangka, Publik Ingatkan Tanggung Jawab Koordinator Aksi

    Aktivis Desak Bebaskan Tersangka, Publik Ingatkan Tanggung Jawab Koordinator Aksi

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Jawatimur, Kediri – Desakan sejumlah aktivis agar tersangka kerusuhan aksi 30 Agustus 2025 dibebaskan menuai sorotan publik. Pasalnya, meski belum ada kepastian jelas siapa pelaku perusakan berasal dari golongan mana, tanggung jawab moral dan hukum tetap melekat pada Koordinator Aksi Pamflet seruan aksi yang disebar luas diberbagai kanal terbuka mengundang siapa saja untuk hadir. Perlu […]

expand_less