Dampak Psikologis Pasca Demonstrasi berujung ricuh di Kediri
- account_circle
- calendar_month Kam, 4 Sep 2025
- visibility 205
- comment 0 komentar

Jawa Timur, Kediri – Aksi Demontsrasi pada hari Sabtu, (30/8/2025) yang kemudian berujung ricuh, dengan pengerusakan, pembakaran, serta penjarahan barang barang perabotan pada TKP demo tersebut. Akan berdampak pada kondisi psikologis masyarakat Kediri Raya.
Shinfani Rodhiyani, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Psikolog Klinis di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK). Menjelasakan tentang masalah yang kemudian dihadapi masyarakat. Ia menuliskan “Kondisi pasca aksi anarkis ini memicu Kecemasan serta tingkat waspada semakin tinggi, sehingga akan mempengaruhi kondisi psikologis dan suasaha hati warga Kediri.”
Sahabati Shinfani, merupakan Alumni S1 Psikologi Isam dan Aktivis Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, juga menyayangkan akan kondisi demonstrasi yang jauh dari ekspektasi dan prediksi masyarakat Kediri Raya.
Pasalnya masa aksi tersebut ternyata banyak dari kalangan pelajar dan ada yang masih dibawah umur.
Sebagai Psikolog dan juga Founder Biro Psikologi “Kaca Hati” menerangkan. “Berdasarakan observasi di beberapa sosmedku, banyak banget dari kita merasa capek dan energi terkuras setelah buka sosmed atau berita, bahkan ada juga yang sampek muncul gejala psikosomatis atau gejala fisik yang disebabkan reaksi stress berlebihan, misalnya mual, muntah, pusing, atau bahkan gemetar pasca membuka sosmed atau lewat di TKP demonstran.”
Ia juga menyarankan. “Pentingnya layanan konseling, dan segera melakukan konseling untuk bisa menurunkan gejala-gejala psikologis yang dirasakan oleh masyarakat khusunya yang terdampak Demonstrasi & Situasi Sosial”
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar