Kick Off Sensus Ekonomi Dimulai, 1.095 Petugas di Gresik Siap Turun ke Lapangan Setelah Digembleng 4 Hari
- calendar_month Ming, 14 Jun 2026
- visibility 623
- comment 0 komentar

Oplus_16908288
Gresik – Pelaksanaan Sensus Ekonomi resmi dimulai. Sebanyak 1.095 petugas sensus SE kabupaten Gresik yang akan bertugas di lapangan telah menyelesaikan pelatihan intensif selama empat belas hari sejak 03 Juni sampai 14 Juni. sebagai bekal dalam melakukan pendataan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pelatihan petugas sensus ekonomi digresik sendiri tersebar di 4 hotel diantaranya Aston In Hotel, Saptanawa Hotel, Horison Hotel, Khass Hotel serta Saptanawa Hotel. Penutupan digelar pada Minggu 14 Juni 2026 diikuti 1095 petugas baik secara Luring maupun daring.
Sekretaris daerah kabupaten Gresik Ahmad Wasil menyampaikan kepada petugas yang mengikuti secara Luring di Aston In hotel bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, untuk menyediakan data dasar berbagai kegiatan ekonomi di Indonesia.
Menurutnya, data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.
“Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan pembangu
Kegiatan kick off ini menandai dimulainya tahapan pendataan yang menjadi bagian penting dalam penyusunan basis data ekonomi yang akurat dan komprehensif. Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh petugas mendapatkan pembekalan mengenai konsep dan definisi sensus ekonomi, metodologi pendataan, penggunaan aplikasi digital, teknik wawancara, hingga simulasi pencacahan lapangan. Pelatihan petugas selama beberapa hari merupakan tahapan standar untuk memastikan kualitas dan keseragaman pemahaman petugas dalam melaksanakan pendataan.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gresik, Indriya Purwaningsih, mengatakan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.
Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh metode maupun teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kualitas kerja para petugas di lapangan.
“Keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh desain metodologi maupun teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kualitas kerja para petugas di lapangan,” ujarnya.
Indriya menjelaskan bahwa para petugas akan melakukan pendataan secara door to door terhadap berbagai jenis usaha di wilayah masing-masing. Ia meminta seluruh petugas untuk menerapkan materi yang telah diperoleh selama pelatihan dan mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan.
“Kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada dedikasi dan profesionalisme petugas di lapangan,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, para petugas juga dibekali pemahaman mengenai etika pendataan, cara berkomunikasi dengan responden, serta prosedur pengumpulan data yang sesuai standar Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah ini dilakukan agar data yang dihimpun nantinya memiliki tingkat akurasi dan kredibilitas yang tinggi.
Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa keberhasilan sensus sangat bergantung pada kualitas petugas di lapangan. Oleh karena itu, pelatihan menjadi tahapan krusial untuk memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman yang sama terhadap konsep, definisi, dan mekanisme pendataan yang akan diterapkan.
Dengan dimulainya kick off ini, 1.095 petugas di kabupaten Gresik siap menyisir berbagai sektor usaha untuk mengumpulkan data yang nantinya akan menjadi dasar perencanaan pembangunan, penyusunan kebijakan ekonomi, serta evaluasi program pemerintah di tingkat nasional maupun daerah. Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai kondisi dan potensi perekonomian, sehingga pembangunan dapat dirancang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
- Penulis: Muhammad Khudhaifi

Saat ini belum ada komentar