Piala Dunia 2026 Berpotensi Sepi Penonton, Harga Tiket Jadi Sorotan
- calendar_month Sen, 8 Jun 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar

Sudronesia – Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menghadapi sorotan terkait potensi menurunnya jumlah penonton di sejumlah pertandingan. Meski menjadi edisi terbesar dalam sejarah dengan 48 negara peserta dan 104 pertandingan, tingginya harga tiket serta biaya perjalanan dinilai dapat mengurangi antusiasme suporter untuk hadir langsung di stadion.
Sejumlah pengamat menilai sistem dynamic pricing atau harga dinamis yang diterapkan FIFA menjadi salah satu faktor utama. Skema ini membuat harga tiket dapat berubah sesuai permintaan pasar, sehingga pada beberapa pertandingan harga tiket melonjak jauh lebih tinggi dibanding edisi sebelumnya. Bahkan, tiket final sempat dipatok hingga ribuan dolar AS, memicu kritik dari kelompok suporter yang menilai turnamen semakin sulit dijangkau oleh penggemar biasa.
Selain harga tiket, biaya akomodasi, transportasi, dan perjalanan antar kota tuan rumah juga menjadi tantangan tersendiri. Dengan pertandingan tersebar di 16 kota berbeda di tiga negara, banyak suporter harus mengeluarkan biaya besar untuk mengikuti tim kesayangannya sepanjang turnamen.
Di berbagai forum penggemar sepak bola, muncul laporan bahwa beberapa pertandingan yang melibatkan tim-tim nonunggulan masih menyisakan cukup banyak kursi. Sejumlah pengamat pasar tiket bahkan menilai harga yang terlalu tinggi berpotensi membuat beberapa stadion tidak terisi penuh, terutama pada laga fase grup yang tidak melibatkan negara-negara favorit.
Meski demikian, FIFA membantah kekhawatiran tersebut. Organisasi sepak bola dunia itu mengklaim permintaan tiket Piala Dunia 2026 tetap sangat tinggi, dengan ratusan juta permintaan tiket yang telah masuk dari berbagai negara. FIFA juga menyatakan akan terus membuka penjualan tiket secara bertahap agar lebih banyak penggemar memiliki kesempatan untuk hadir langsung di stadion.
Dengan waktu penyelenggaraan yang semakin dekat, perhatian kini tertuju pada bagaimana FIFA dan panitia lokal menjaga keseimbangan antara keuntungan komersial dan aksesibilitas bagi suporter. Jika harga tiket dan biaya perjalanan tetap tinggi, kekhawatiran mengenai stadion yang tidak penuh pada sejumlah pertandingan bisa menjadi tantangan nyata bagi pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.
- Penulis: Muhammad Khudhaifi

Saat ini belum ada komentar