Breaking News
light_mode
Beranda » DAERAH » Aktivis Desak Bebaskan Tersangka, Publik Ingatkan Tanggung Jawab Koordinator Aksi

Aktivis Desak Bebaskan Tersangka, Publik Ingatkan Tanggung Jawab Koordinator Aksi

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
  • visibility 151
  • comment 0 komentar

Jawatimur, Kediri – Desakan sejumlah aktivis agar tersangka kerusuhan aksi 30 Agustus 2025 dibebaskan menuai sorotan publik. Pasalnya, meski belum ada kepastian jelas siapa pelaku perusakan berasal dari golongan mana, tanggung jawab moral dan hukum tetap melekat pada Koordinator Aksi

Pamflet seruan aksi yang disebar luas diberbagai kanal terbuka mengundang siapa saja untuk hadir. Perlu diketahui Koordinator Aksi Saiful Amin (SA) atau Sam Oemar selaku Direktur Kelompok Sekitar Institut (SI) dalam hal ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Semestinya menyadari potensi tersebut sejak awal, tidak kemudian berdalih melepaskan diri ketika massa bertindak anarkis.

Bagus Romadon Selaku Ketua Rekan Indonesia Jawa Timur, menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tidak bisa dijadikan dalih untuk lepas tangan atas kerugian masyarakat.

“Kalau undangan aksi dibuka seluas-luasnya, otomatis harus siap menanggung segala konsekuensinya. Tidak bisa kemudian saat terjadi perusakan, koordinator berkelit dan minta bebas. Itu tidak adil bagi rakyat lalu pertanyaanya siapa yang menanggung kerugian ?” ujarnya.

Bagus juga menambahkan, Aksi yang bertujuan menyuarakan kepentingan publik seharusnya dijalankan dengan cara aman dan bermartabat.

“Kritik itu sah, tapi kalau ujungnya kerusuhan, publik hanya melihat kerugian. Yang rugi bukan hanya aparat, tapi rakyat kecil yang fasilitasnya rusak” tegasnya.

Pengamat hukum Kediri, Rohmat Irvan Afandi, juga menilai langkah kepolisian menetapkan Saiful Amin (SA) alias Sam Oemar sebagai Tersangka sudah sesuai prosedur.

“Kata-kata provokatif dalam situasi massa bisa ditafsirkan sebagai instruksi nyata. Karena itu, secara hukum ada pertanggungjawaban. Proses pengadilanlah yang akan menilai, bukan tekanan opini publik,” jelasnya.

Di sisi lain dari Aparat Penegak Hukum Menanggapi kasus ini dengan netral namun tegas.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Cipto Dwi Leksana S.Tr.K., S.I.K., M.H., menekankan bahwa penanganan perkara dilakukan sesuai aturan hukum.

“Kami bekerja berdasarkan alat bukti dan prosedur yang ada. Semua pihak punya hak membela diri di pengadilan, dan itu ruang paling adil untuk membuktikan kebenaran,” ujarnya.Foto Bagus Ramadhon (Ketua Rekan Indonesia Jawa Timur)

Sejumlah kalangan menilai, tuntutan pembebasan tersangka justru berpotensi melemahkan penegakan hukum dan menyepelekan kerugian publik. Yang lebih tepat, semua pihak diminta mendukung proses peradilan secara terbuka dan adil, demi menjaga ketertiban serta wibawa hukum di Kota Kediri.

  • Penulis:

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Didepan Petani. Khilmi sampaikan pentingnya pemerintah dalam mengambil kebijakan

    Didepan Petani. Khilmi sampaikan pentingnya pemerintah dalam mengambil kebijakan

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Sudronesia – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Khilmi gencar melakukan sosialisasi empat pilar MPR RI kepada masyarakat sebagai bagian dari tugas konstitusional anggota DPR RI sekaligus MPR RI. Didepan para petani Kabupaten gresik dan lamongan. khilmi menyampaikan bagaimana Sistem pemerintahan adalah cara struktural di mana keputusan-keputusan politik dibuat, diimplementasikan, dan diatur oleh […]

  • Tuntutan 17+8 Terus Menggemah di berbagai media sosial

    Tuntutan 17+8 Terus Menggemah di berbagai media sosial

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Nasional – Unggahan bertuliskan ’17+8 Tuntutan Rakyat’ ramai diserukan warganet melalui media sosial. Lantas, apa arti ’17+8 Tuntutan Rakyat’ itu? Tuntutan tersebut muncul setelah serangkaian aksi demonstrasi di berbagai daerah sejak akhir agustus sampai awal september. Salah satu tuntutan massa aksi adalah memprotes kenaikan tunjangan DPR di tengah kenaikan pajak, efisiensi, dan isu-isu lainnya. Massa […]

  • Dugaan tambang ilegal di Gresik. Potret retribusi yang salah

    Dugaan tambang ilegal di Gresik. Potret retribusi yang salah

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Sudronesia – Dinamika penertiban tambang liar di Gresik sudah menjadi rahasia umum bersama, hal tersebut menjadi Potret kekacauan Pemerintah Daerah baik pemerintah kabupaten dan juga provinsi dalam penertiban izin Tambang. Salah satu Kelompok Pelaku Tambang Ilegal Galian C di gresik tepatnya diDesa Banyutengah Kecamatan Panceng Gresik yang kemudian mengatas namakan secara Badan Hukum PT. Raja […]

  • Tidak Kunjung ditahan. KPK tidak memiliki keberanian dalam menangkap 21 tersangka Hibah Jatim

    Tidak Kunjung ditahan. KPK tidak memiliki keberanian dalam menangkap 21 tersangka Hibah Jatim

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sudronesia – Sudah satu tahun lebih Komisi Pemberantasan Korupsi KPK RI menetapkan 21 tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Jawa Timur (Jatim) 2019-2022. Namun hingga kini 21 tersangka tersebut belum juga ditahan. KPK sudah pernah mengeluarkan surat keputusan nomor 965 tahun 2024 tentang larangan bepergian ke luar negeri […]

  • Terpaut 4 negara peringkat FIFA dengan Lebanon. Timnas garuda berpotensi turun jika Kalah Lawan Lebanon

    Terpaut 4 negara peringkat FIFA dengan Lebanon. Timnas garuda berpotensi turun jika Kalah Lawan Lebanon

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sudronesia, Sepakbola – Laga FIFA Matchday pekan kedua timnas Indonesia akan menjamu timnas lebanon pada 8/9/2025 senin besok. Setelah sebelumnya mengalahkan taiwan dalam FIFA Matchday pertama dengan skor 6-0. Meski menang telak atas taiwan, timnas indonesia hanya mampu mengumpulkan poin yang sangat tipis dengan naik satu tingkat ke 117 pada peringkat FIFA. TIMNAS Kini timnas […]

  • Kompak dua lembaga kebijakan public kritik pembentukan Komisi Irigasi di Gresik

    Kompak dua lembaga kebijakan public kritik pembentukan Komisi Irigasi di Gresik

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Sudronesia
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sudronesia – Komisi irigasi kabupaten gresik sudah resmi dibentuk pada 11 september bulan lalu. Dipimpin oleh Edy Hadiswoyo yang sekaligus menjabat sebagai ketua dewan pengawas Bank Gresik. Dalam pelantikan Komisi irigasi Edy Hadiswoyo menekankan tentang pengelolaan air yang adil, efisien serta berkelanjutan, disisi lain bupati gresik fandi ahmad yani memberikan pesan penting kepada para jajaran […]

expand_less