Breaking News
light_mode
Beranda » EKONOMI » Setelah MBG Bermasalah, Kini Koperasi Desa Merah Putih Mulai Tuai Sorotan

Setelah MBG Bermasalah, Kini Koperasi Desa Merah Putih Mulai Tuai Sorotan

  • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
Sudronesia – Setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai berbagai polemik dalam tahap implementasinya, perhatian publik kini mulai beralih kepada program Koperasi Desa Merah Putih yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan. Sejumlah akademisi, pegiat desa, hingga pengamat kebijakan mulai mempertanyakan kesiapan tata kelola, sumber pendanaan, serta mekanisme pengawasan program yang ditargetkan menjangkau puluhan ribu desa di seluruh Indonesia.

Sorotan muncul karena pembentukan koperasi dilakukan secara masif dan serentak. Beberapa kalangan menilai pendekatan tersebut berpotensi mengabaikan kondisi setiap desa yang memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda. Kritik juga mengarah pada model kebijakan yang dinilai lebih bersifat top-down dibandingkan lahir dari kebutuhan masyarakat desa itu sendiri.

Selain aspek kelembagaan, persoalan pendanaan menjadi perhatian utama. Sejumlah pihak mengkhawatirkan penggunaan porsi besar dana desa untuk mendukung pembentukan koperasi dapat mengurangi ruang pemerintah desa dalam menentukan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan lokal. Akademisi menilai kebijakan yang terlalu seragam berisiko melemahkan semangat otonomi desa yang selama ini menjadi dasar pembangunan berbasis masyarakat.

Di lapangan, tantangan lain juga mulai teridentifikasi. Kajian akademik dan pengamatan sejumlah peneliti menemukan adanya persoalan literasi kelembagaan yang masih rendah, keterbatasan administrasi, hingga kekhawatiran mengenai kapasitas pengurus dalam mengelola koperasi secara profesional. Permasalahan permodalan, pengelolaan unit simpan pinjam, serta kemampuan membangun rantai distribusi hasil pertanian juga dinilai menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum program berjalan optimal.

Meski demikian, pemerintah dan sejumlah pendukung program meyakini Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan posisi tawar petani, membuka akses permodalan, serta memperpendek rantai distribusi komoditas. Sejumlah penelitian bahkan menyebut program ini dapat menjadi instrumen strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi desa apabila disertai pendampingan yang kuat, tata kelola yang transparan, dan pengawasan yang efektif.

Dengan berbagai kritik dan harapan yang mengiringinya, Koperasi Desa Merah Putih kini berada di persimpangan penting. Setelah polemik MBG yang memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan program pemerintah berskala besar, publik menuntut agar program koperasi desa tidak hanya sukses di atas kertas, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

  • Penulis: Muhammad Khudhaifi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ciptakan Generasi Melek Digital. SMK Mamba’ul Ihsan Gresik Gandeng Disnaker.

    Ciptakan Generasi Melek Digital. SMK Mamba’ul Ihsan Gresik Gandeng Disnaker.

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Sudronesia – SMK Mamba’ul Ihsan di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja. Melalui kolaborasi langsung dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik Pada Senin 25 Mei 2026 bertempat di ruang kelas SMK Mamba’ul Ihsan sekolah kejuruan ini memberikan pelatihan akses langsung Gresikerja agar selaras dengan […]

  • Total 192 Jurnalis akan liput pertandingan babak ke 4 kualifikasi zona asia

    Total 192 Jurnalis akan liput pertandingan babak ke 4 kualifikasi zona asia

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sudronesia – Kualifikasi piala dunia zona asia akan memperebutkan timnasional indonesia melawan arab saudi pada minggu 10 oktober 2025 wib. Laga sengit tersebut berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi. Indonesia, Arab Saudi, dan Irak akan memperebutkan satu tiket lolos ke Piala Dunia 2025 melalui babak 4 kualifikasi zona Asia. Perebutan tiket […]

  • Ekonomi. Bandingkan Penggunaan Anggaran Era SBY, Jokowi, dan Prabowo

    Ekonomi. Bandingkan Penggunaan Anggaran Era SBY, Jokowi, dan Prabowo

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sudronesia –  Pengamat ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Lukman Hakim, ikut buka suara tentang dua kebijakan baru pemerintah di bidang ekonomi Indonesia yang sedang tak baik-baik saja ini. Di antaranya adalah keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen pada Selasa (9/6/2026) serta kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM […]

  • FIFA Matchday: Timnas Indonesia Tantang Mozambik di SUGBK

    FIFA Matchday: Timnas Indonesia Tantang Mozambik di SUGBK

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Sudronesia – Timnas Indonesia kembali melanjutkan agenda FIFA Matchday Juni 2026 dengan menghadapi tim asal Afrika, Mozambique national football team, pada Selasa (9/6/2026) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Laga ini menjadi pertemuan perdana antara kedua negara di level internasional dan diharapkan menjadi ujian penting bagi skuad Garuda dalam meningkatkan peringkat FIFA […]

  • Hukum Hewan Qurban Presiden yang bersumber dari anggaran APBN

    Hukum Hewan Qurban Presiden yang bersumber dari anggaran APBN

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUDRONESIA – Polemik penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengadaan hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto menjadi sorotan publik menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pemerintah diketahui menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban ke berbagai daerah di Indonesia melalui skema bantuan kemasyarakatan presiden dengan anggaran mencapai sekitar Rp100 miliar. Penggunaan APBN dalam […]

  • Taklukkan Oman di GBK, Timnas Indonesia Naik Empat Peringkat FIFA

    Taklukkan Oman di GBK, Timnas Indonesia Naik Empat Peringkat FIFA

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sudronesia – Kemenangan meyakinkan Timnas Indonesia atas Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (5/6/2026), tidak hanya membanggakan para pendukung Garuda, tetapi juga berdampak positif terhadap posisi Indonesia di ranking FIFA. Skuad Garuda sukses menundukkan Oman dengan skor telak 3-0 melalui gol yang dicetak Justin Hubner, Ole Romeny, dan […]

expand_less