Breaking News
light_mode
Beranda » NASIONAL » Bukan Raffi Ahmat, Taufiq Hidayat, Moreno atau Putri Komarudin. Pasca Mundur dari DPR RI, Rahayu Saraswati Berpotensi isi Jabatan Kemenpora

Bukan Raffi Ahmat, Taufiq Hidayat, Moreno atau Putri Komarudin. Pasca Mundur dari DPR RI, Rahayu Saraswati Berpotensi isi Jabatan Kemenpora

  • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
  • visibility 164
  • comment 0 komentar

Sudronesia – Anggota Fraksi Gerindra DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, meminta maaf usai mundur dari Anggota DPR RI. “Saya paham bahwa kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama yang saat ini masih berjuang untuk menghidupi keluarganya, bahkan untuk masih bisa bertahan hidup,” kata Rahayu dalam keterangan video yang diunggah di akun Instagram resminya, @rahayusaraswati, Rabu (10/9/2025).

“Kesalahan sepenuhnya ada di saya. Oleh sebab itu, melalui pesan ini, saya ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan dan kesalahan saya,” imbuh dia.

Menurut Rahayu, pernyataan yang dimaksud disampaikan dalam sebuah podcast yang tayang pada 28 Februari 2025.

Dalam video berdurasi 42 menit itu, pernyataannya dipotong dan viral dua minggu sebelum peringatan HUT ke-80 RI. “Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apa saja yang saya sampaikan secara menyeluruh, silakan menonton agar mendapatkan konteks dari apa yang saya sampaikan. Pernyataan saya diambil dari menit ke-25 sampai menit ke-27,” kata dia.

“Cukup panjang sebenarnya. Dua menit lebih yang dijadikan beberapa kalimat oleh pihak-pihak yang ingin menyulutkan api amarah masyarakat,” lanjutnya.

Namun, ia menegaskan tak bermaksud membuat pernyataan yang menyakiti hati masyarakat.

Dia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki maksud untuk meremehkan usaha dan upaya masyarakat yang saat ini menghadapi kesulitan dan tantangan. “Tidak ada maksud maupun tujuan dari saya sama sekali untuk meremehkan bahkan merendahkan upaya dan usaha yang dilakukan oleh masyarakat, terutama anak-anak muda yang ingin berusaha tetapi menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan,” kata dia.

“Sebagai seorang pengusaha yang pernah merintis sebuah EO, lalu menjadi pengusaha dengan ratusan karyawan, maupun sekarang sebagai advisor bagi berbagai startup yang sedang dirintis oleh anak-anak muda Indonesia yang memberikan solusi bagi komunitasnya masing-masing,” ujarnya.

Meski telah menyatakan mundur, ia berharap masih dapat diberikan kesempatan untuk menyelesaikan satu tugas terakhir, yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Keparwisataan yang merupakan produk legislasi di Komisi VII DPR RI. “Di kesempatan ini, izinkan saya untuk juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada semua masyarakat di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu yang telah memilih saya dan memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi wakil Anda di periode ini. Saya mohon maaf jika saya telah mengecewakan Anda selama saya mengemban tugas ini,” jelasnya.

Disisi lain Reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/2025) masih menyisakan tanya karena terdapat posisi yang kosong, salah satunya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang ditinggal Dito Ariotedjo.

Pada Senin kemarin, Presiden Prabowo Subianto belum melantik Menpora pengganti Dito karena sosok tersebut sedang berada di luar Jakarta

“Berkenaan dengan Menpora, jadi pengganti Menpora kebetulan posisi sedang di luar kota. Sehingga tidak bisa mengikuti pelantikan pada sore hari ini,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Senin. Ketika itu, Prabowo juga tidak mengumumkan siapa sosok yang akan menjadi Menpora berikutnya.

Sejumlah nama pun diisukan bakal menjadi Menpora menggantikan Dito Ariotedjo, diantaranya Raffi Ahmad, Putri Komarudin, Moreno Suprapto dan juga Taufiq Hidayat. 

Raffi Ahmad, Putri Komarudin, Taufiq Hidayat, Reno Suprapto

Namun ketiga nama tersebut menurut Aktifis kebijakan publik Avicenna good government and public policy tidak mungkin tidak bisa hadir dalam pelantikan andai saja nama mereka benar dimasukan sebagai kandidat kemenpora.

M. Khudhaifi menyampaikan “andai benar 4 nama kandidat itu salah satunya menjari kemenpora tidak mungkin mereka menolak panggilan telepon dari presiden prabowo anggap saja raffi ahmat, taufiq Hidayat, reno, dan juga putri komarudin.”

Hal tersebut justru memunculkan spekulasi bagi aktivis kebijakan publik Avicenna bahwa yang menggantikan ario tejjo kemungkinan besar Rahayu Saraswati yang sekaligus sebagai keponakan prabowo dan juga anggota DPR RI dari partai Gerindra.

  • Penulis:

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Semifinal, Timnas U-19 Siap Hadapi Australia dalam Duel Penentu Menuju Final

    Jelang Semifinal, Timnas U-19 Siap Hadapi Australia dalam Duel Penentu Menuju Final

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sudronesia – Timnas Indonesia U-19 bersiap menghadapi ujian berat saat bertemu Australia pada babak semifinal Piala AFF U-19 2026. Laga yang akan digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Kamis (11/6) malam, diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan dua tim yang sama-sama memiliki ambisi besar untuk melangkah ke partai final. Garuda Muda melangkah ke semifinal dengan modal […]

  • Baca secara utuh. Ini tahapan lengkap recruitmen Petugas Sensus Ekonomi BPS.

    Baca secara utuh. Ini tahapan lengkap recruitmen Petugas Sensus Ekonomi BPS.

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sudronesia – Badan Pusat Statistik (BPS) mulai membuka rekrutmen petugas lapangan untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperoleh data ekonomi nasional yang akurat dan komprehensif guna mendukung perencanaan pembangunan serta pengambilan kebijakan ekonomi di Indonesia. Rekrutmen dilakukan secara terbuka bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan administrasi dan kompetensi […]

  • Satu bulan dilantik. Avicenna tunggu langkah kongkrit Komisi Irigasi

    Satu bulan dilantik. Avicenna tunggu langkah kongkrit Komisi Irigasi

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sudronesia – Pemerintah Kabupaten Gresik sudah resmi membentuk Komisi Irigasi periode 2024-2027. Pada Bulan september yang lalu Bupati gresik H. Fandi Ahmad Yani resmi mengukuhkan Komisi Irigasi kabupaten Gresik, Kegiatan pengukuhan dibarengi sekaligus Sidang Pleno pertama Komisi Irigasi yang dipimpin oleh ketua komisi irigasi Edy Hadisiswoyo. Dalam momentum pengukuhan Bupati gresik berpesan kepada komisi irigasi […]

  • si Batik Dibalik Pertemuan Ulama Besar “Simbol NU Bersatu, Indonesia Maju”

    si Batik Dibalik Pertemuan Ulama Besar “Simbol NU Bersatu, Indonesia Maju”

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sudronesia – Siapa sangka, di balik langkah tenang dua tokoh penting Nahdlatul Ulama—Gus Yahya Cholil Staquf dan KH. Miftachul Akhyar—terselip sosok muda yang mencuri perhatian. Publik mungkin fokus pada momen bertemunya dua pucuk pimpinan PBNU ini, namun ada satu figur berbatik yang berjalan di samping mereka, ikut mengawal suasana penuh kehangatan itu. Pertanyaannya: siapa sebenarnya […]

  • Roy Suryo Yakin Paska Situasi Meredah, Silvester akan segerah ditahan.

    Roy Suryo Yakin Paska Situasi Meredah, Silvester akan segerah ditahan.

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sudronesia, Nasional – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Guntur Romli menyoroti langkah Kejaksaan Agung yang gercep menetapkan eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI, Nadiem Makarim sebagai tersangka dalam kasus korupsi. Menurut Gun Romli, sikap tegas kejaksaan justru bertolak belakang dengan penanganan kasus pencemaran nama baik yang menjerat relawan Jokowi, Silfester Matutina. […]

  • Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan Ditahan KPK

    Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan Ditahan KPK

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sudronesia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan tahun anggaran 2017–2019. Penahanan dilakukan setelah penyidik menemukan kecukupan alat bukti terkait dugaan penyimpangan dalam proyek yang menelan anggaran ratusan miliar rupiah tersebut. Tiga tersangka yang ditahan yakni Mokh Sukiman selaku Pejabat Pembuat Komitmen […]

expand_less