Breaking News
light_mode
Beranda » NASIONAL » Jangan Asal Ambil AI, Ini Makna dan Simbol Logo Garuda

Jangan Asal Ambil AI, Ini Makna dan Simbol Logo Garuda

  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar

Gresik – Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin memudahkan masyarakat dalam membuat desain, ilustrasi, hingga logo hanya dalam hitungan detik. Namun di balik kemudahan tersebut, para pengguna diingatkan untuk tidak sembarangan mengambil atau menggunakan gambar yang dihasilkan AI, terutama yang berkaitan dengan simbol negara seperti Garuda Pancasila.

Garuda Pancasila bukan sekadar gambar atau ornamen visual. Lambang negara Indonesia tersebut memiliki makna filosofis, historis, dan yuridis yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Karena itu, penggunaan simbol Garuda harus dilakukan secara bijak dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Secara filosofis, burung Garuda melambangkan kekuatan, keberanian, dan kedaulatan bangsa Indonesia. Pada dada Garuda terdapat perisai yang memuat lima simbol sila Pancasila sebagai dasar negara. Bintang emas melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, rantai melambangkan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, pohon beringin melambangkan Persatuan Indonesia, kepala banteng melambangkan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta padi dan kapas melambangkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Selain itu, jumlah bulu pada tubuh Garuda juga memiliki makna khusus. Sayap masing-masing berjumlah 17 helai, ekor 8 helai, bulu di bawah perisai 19 helai, dan bulu leher 45 helai. Angka-angka tersebut melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.

Di tengah maraknya penggunaan AI generatif, sejumlah ahli mengingatkan agar masyarakat tidak mengubah bentuk Garuda Pancasila secara sembarangan, apalagi hingga menghilangkan unsur-unsur pokok yang menjadi identitas resmi negara. Penggunaan logo hasil AI yang menyerupai Garuda tetapi telah dimodifikasi secara ekstrem berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Pengamat komunikasi digital menilai AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu kreativitas, bukan menggantikan pemahaman terhadap nilai dan makna simbol kebangsaan. Sebelum menggunakan gambar atau logo yang dibuat AI, masyarakat disarankan untuk memeriksa kembali keakuratan bentuk, sumber, serta kesesuaiannya dengan aturan yang berlaku.

Dengan memahami makna di balik Garuda Pancasila, masyarakat diharapkan tidak hanya melihatnya sebagai gambar semata, melainkan sebagai simbol persatuan, identitas, dan cita-cita bangsa Indonesia yang harus dijaga kehormatan serta kewibawaannya di era digital.

  • Penulis: ibi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sembilan Dapur MBG di Gresik Stop Operasi. Gresik Utara Terbanyak

    Sembilan Dapur MBG di Gresik Stop Operasi. Gresik Utara Terbanyak

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sudronesia – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan suspend atau memberhentikan sementara sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, imbas dari memberikan kelapa utuh dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menilai keputusan pengelola SPPG untuk tetap memberikan menu kelapa utuh […]

  • Wasekjen PB. PMII desak KPK segera tetapkan tersangka kasus kuota haji

    Wasekjen PB. PMII desak KPK segera tetapkan tersangka kasus kuota haji

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sudronesia – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Bidang Keagamaan dan Hubungan Umat Beragama, menanggapi dinamika penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). PB PMII menyatakan sikap resmi terkait perkembangan penyidikan dugaan korupsi kuota haji yang saat ini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Fuad Muhammad […]

  • Baznas Gresik Target Tingkatkan Pengelolaan ZIS Tahun 2026

    Baznas Gresik Target Tingkatkan Pengelolaan ZIS Tahun 2026

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • visibility 112
    • 0Komentar

    GRESIK, Jawa Timur – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gresik menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Gresik, pada hari rabu 26 November 2025 Kegiatan ini menghimpun perwakilan dari UPZ OPD, Kecamatan, Puskesmas, SMPN, dan Korwil Dinas Pendidikan dengan tujuan utama meningkatkan sinergi dalam pengelolaan zakat yang aman, maju, dan berkelanjutan. Rakor […]

  • Didepan Petani. Khilmi sampaikan pentingnya pemerintah dalam mengambil kebijakan

    Didepan Petani. Khilmi sampaikan pentingnya pemerintah dalam mengambil kebijakan

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sudronesia – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Khilmi gencar melakukan sosialisasi empat pilar MPR RI kepada masyarakat sebagai bagian dari tugas konstitusional anggota DPR RI sekaligus MPR RI. Didepan para petani Kabupaten gresik dan lamongan. khilmi menyampaikan bagaimana Sistem pemerintahan adalah cara struktural di mana keputusan-keputusan politik dibuat, diimplementasikan, dan diatur oleh […]

  • Dampak Psikologis Pasca Demonstrasi berujung ricuh di Kediri

    Dampak Psikologis Pasca Demonstrasi berujung ricuh di Kediri

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Jawa Timur, Kediri – Aksi Demontsrasi pada hari Sabtu, (30/8/2025) yang kemudian berujung ricuh, dengan pengerusakan, pembakaran, serta penjarahan barang barang perabotan pada TKP demo tersebut. Akan berdampak pada kondisi psikologis masyarakat Kediri Raya.   Shinfani Rodhiyani, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Psikolog Klinis di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK). Menjelasakan tentang masalah yang kemudian dihadapi masyarakat. […]

  • Berdalih bisa amankan dan mintak jatah. Kelakuan Bejat Oknum anggota DPR-D Gresik dibongkar kuasa Hukum perumahan di Gresik

    Berdalih bisa amankan dan mintak jatah. Kelakuan Bejat Oknum anggota DPR-D Gresik dibongkar kuasa Hukum perumahan di Gresik

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sudronesia, Gresik – Instansi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gresik tercoreng setelah ramai mencuat kabar oknum seorang anggota DPRD Gresik diduga meminta jatah rumah murah kepada salah satu developer perumahan di wilayah selatan kabupaten gresik tepatnya The Oso di Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik Jawa Timur. Informasi yang beredar menyebutkan, harga rumah yang semestinya kisaran Rp400 […]

expand_less