Bukan Raffi Ahmat, Taufiq Hidayat, Moreno atau Putri Komarudin. Pasca Mundur dari DPR RI, Rahayu Saraswati Berpotensi isi Jabatan Kemenpora
- account_circle
- calendar_month Kam, 11 Sep 2025
- visibility 136
- comment 0 komentar

Sudronesia – Anggota Fraksi Gerindra DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, meminta maaf usai mundur dari Anggota DPR RI. “Saya paham bahwa kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama yang saat ini masih berjuang untuk menghidupi keluarganya, bahkan untuk masih bisa bertahan hidup,” kata Rahayu dalam keterangan video yang diunggah di akun Instagram resminya, @rahayusaraswati, Rabu (10/9/2025).
“Kesalahan sepenuhnya ada di saya. Oleh sebab itu, melalui pesan ini, saya ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan dan kesalahan saya,” imbuh dia.
Menurut Rahayu, pernyataan yang dimaksud disampaikan dalam sebuah podcast yang tayang pada 28 Februari 2025.
Dalam video berdurasi 42 menit itu, pernyataannya dipotong dan viral dua minggu sebelum peringatan HUT ke-80 RI. “Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apa saja yang saya sampaikan secara menyeluruh, silakan menonton agar mendapatkan konteks dari apa yang saya sampaikan. Pernyataan saya diambil dari menit ke-25 sampai menit ke-27,” kata dia.
“Cukup panjang sebenarnya. Dua menit lebih yang dijadikan beberapa kalimat oleh pihak-pihak yang ingin menyulutkan api amarah masyarakat,” lanjutnya.
Namun, ia menegaskan tak bermaksud membuat pernyataan yang menyakiti hati masyarakat.
Dia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki maksud untuk meremehkan usaha dan upaya masyarakat yang saat ini menghadapi kesulitan dan tantangan. “Tidak ada maksud maupun tujuan dari saya sama sekali untuk meremehkan bahkan merendahkan upaya dan usaha yang dilakukan oleh masyarakat, terutama anak-anak muda yang ingin berusaha tetapi menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan,” kata dia.
“Sebagai seorang pengusaha yang pernah merintis sebuah EO, lalu menjadi pengusaha dengan ratusan karyawan, maupun sekarang sebagai advisor bagi berbagai startup yang sedang dirintis oleh anak-anak muda Indonesia yang memberikan solusi bagi komunitasnya masing-masing,” ujarnya.
Meski telah menyatakan mundur, ia berharap masih dapat diberikan kesempatan untuk menyelesaikan satu tugas terakhir, yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Keparwisataan yang merupakan produk legislasi di Komisi VII DPR RI. “Di kesempatan ini, izinkan saya untuk juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada semua masyarakat di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu yang telah memilih saya dan memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi wakil Anda di periode ini. Saya mohon maaf jika saya telah mengecewakan Anda selama saya mengemban tugas ini,” jelasnya.
Disisi lain Reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/2025) masih menyisakan tanya karena terdapat posisi yang kosong, salah satunya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang ditinggal Dito Ariotedjo.
Pada Senin kemarin, Presiden Prabowo Subianto belum melantik Menpora pengganti Dito karena sosok tersebut sedang berada di luar Jakarta
“Berkenaan dengan Menpora, jadi pengganti Menpora kebetulan posisi sedang di luar kota. Sehingga tidak bisa mengikuti pelantikan pada sore hari ini,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Senin. Ketika itu, Prabowo juga tidak mengumumkan siapa sosok yang akan menjadi Menpora berikutnya.
Sejumlah nama pun diisukan bakal menjadi Menpora menggantikan Dito Ariotedjo, diantaranya Raffi Ahmad, Putri Komarudin, Moreno Suprapto dan juga Taufiq Hidayat.

Raffi Ahmad, Putri Komarudin, Taufiq Hidayat, Reno Suprapto
Namun ketiga nama tersebut menurut Aktifis kebijakan publik Avicenna good government and public policy tidak mungkin tidak bisa hadir dalam pelantikan andai saja nama mereka benar dimasukan sebagai kandidat kemenpora.
M. Khudhaifi menyampaikan “andai benar 4 nama kandidat itu salah satunya menjari kemenpora tidak mungkin mereka menolak panggilan telepon dari presiden prabowo anggap saja raffi ahmat, taufiq Hidayat, reno, dan juga putri komarudin.”
Hal tersebut justru memunculkan spekulasi bagi aktivis kebijakan publik Avicenna bahwa yang menggantikan ario tejjo kemungkinan besar Rahayu Saraswati yang sekaligus sebagai keponakan prabowo dan juga anggota DPR RI dari partai Gerindra.
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar