Breaking News
light_mode
Beranda » NASIONAL » Wasekjen PB. PMII desak KPK segera tetapkan tersangka kasus kuota haji

Wasekjen PB. PMII desak KPK segera tetapkan tersangka kasus kuota haji

  • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
  • visibility 177
  • comment 0 komentar

Sudronesia – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Bidang Keagamaan dan Hubungan Umat Beragama, menanggapi dinamika penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

PB PMII menyatakan sikap resmi terkait perkembangan penyidikan dugaan korupsi kuota haji yang saat ini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Fuad Muhammad yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Infonesia (Wasekjend PB PMII), Proses penyidikan yang belum juga menetapkan tersangka dan menyeret nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengenai aliran dana tersebut. Hal ini menimbulkan keresahan di internal Nahdliyin dan Marwah NU.

“Kita berharap bahwa pemberantasan korupsi harus ditegakkan dengan penuh keberanian, transparansi, dan profesionalitas. Karna Korupsi ini merupakan tindakan kejahatan besar yang merusak sendi bangsa, keresahan dan kekhawatiran kita pada kasus ini ada pada marwah NU sebagai institusi keagamaan yang justru dikorbankan oleh narasi yang belum jelas ujungnya,” demikian terang Wasekjend PB PMII Bidang Agama, Fuad Muhammad.

PB PMII menegaskan, isu yang berkembang mengenai dugaan aliran dana ke PBNU berpotensi menimbulkan stigma dan kesan negatif terhadap lembaga keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Padahal, NU selama ini dikenal sebagai pilar persatuan nasional sekaligus benteng moral bangsa.

“Marwah NU bukan sekadar nama, melainkan simbol kepercayaan umat. Membiarkan nama NU dipermainkan sama saja dengan melemahkan akar peradaban keagamaan dan kebangsaan kita. Sebagai Generasi Muda Nahdliyin, besar kita untuk KPK tidak kemudian menjadikan NU sebagai kambing hitam, karena dampaknya akan merugikan ketenangan batin jutaan warga Nahdliyin,” lanjut pernyataan itu.

Desakan agar KPK segera bersikap tegas sejatinya sudah tersampaikan dari internal NU.

Pasalnya, A’wan PBNU, KH Abdul Muhaimin, secara tegas mengingatkan KPK untuk tidak mempermainkan waktu. “Segera umumkan tersangkanya supaya tidak ada kesan KPK memainkan tempo yang membuat resah internal NU,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (13/9).

PB PMII menyebut pernyataan tersebut sejalan dengan keresahan yang dirasakan kader muda NU di berbagai daerah. Ketidakjelasan proses hukum dinilai hanya akan memperkuat spekulasi liar dan membuka ruang tafsir yang merugikan NU.

“Kami menegaskan posisi PB PMII tidak untuk mengintervensi proses hukum, tetapi untuk memastikan keadilan dijalankan dengan benar. Penegakan hukum yang akuntabel justru akan memperkuat kepercayaan publik kepada KPK. Sebaliknya, proses yang penuh ketidakpastian dan spekulasi bisa melemahkan legitimasi lembaga itu sendiri,” lanjut Wasekjend PB PMII.

PB PMII juga mengingatkan bahwa dampak sosial dari kasus ini tidak boleh diabaikan. Karna NU, bagian terbesar dari umat Islam di Indonesia, harapan besar agar NU tetap berdiri tegak sebagai lembaga yang bersih dan terhormat. Oleh sebab itu, setiap narasi yang mengaitkan NU dengan kasus korupsi harus direspons dengan kehati-hatian dan disertai bukti hukum yang jelas.

“Pada akhirnya, kami percaya hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Tetapi kami juga percaya, keadilan tidak boleh ditegakkan dengan cara mengorbankan reputasi dan kehormatan sebuah institusi keagamaan yang telah lama menjadi penopang kehidupan berbangsa. Itu sebabnya, kami mendesak KPK segera mempercepat proses hukum, menetapkan tersangka, dan menjelaskan secara terbuka kepada publik agar keresahan ini tidak terus berlarut,” tutup pernyataan Wasekjend PB PMII.

Fuad Muhammad atau yang akrab di panggil Gus Dul selaku Wasekjend PB PMII Juga menghimbau “PB PMII mengajak semua pihak, khususnya KPK dan media, untuk lebih berhati-hati dalam membangun narasi publik dan menghentikan framing negatif kepada NU. Mengaitkan Nahdlatul Ulama secara kelembagaan dengan isu dugaan korupsi tanpa dasar yang jelas hanya akan melukai hati jutaan warga Nahdliyin yang selama ini menaruh kepercayaan penuh pada NU. Adalun jika ada oknum yang terlibat, proses hukum harus dipastikan berjalan adil secara personal, tanpa harus menyeret marwah institusi. Menjaga nama baik NU berarti juga merawat persatuan bangsa.”

Sebagai penutup, PB PMII akan menjadi barisan terdepan dalam mengawal penegakan hukum yang transparan dan adil, dan KPK tidak menyeret NU secara lembaga ke dalam pusaran stigma yang belum terbukti. Bagi kami, warga Nahdliyin yang selalu percaya pada nilai kejujuran dan integritas.

  • Penulis:

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Tambang Ilegal, Berkedok Perdagangan Skala Besar

    Dugaan Tambang Ilegal, Berkedok Perdagangan Skala Besar

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sudronesia – Dinamika penertiban tambang liar di Gresik sudah menjadi rahasia umum bersama, hal tersebut menjadi Potret kekacauan Pemerintah Daerah baik pemerintah kabupaten dan juga provinsi dalam penertiban izin Tambang. Salah satu Kelompok Pelaku Tambang Ilegal Galian C di gresik tepatnya diDesa Banyutengah Kecamatan Panceng Gresik yang kemudian mengatas namakan secara Badan Hukum PT. Raja […]

  • Profil Nanik S. Deyang, Jurnalis Senior yang Kini Pimpin Badan Gizi Nasional

    Profil Nanik S. Deyang, Jurnalis Senior yang Kini Pimpin Badan Gizi Nasional

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sudronesia – Nama Nanik S. Deyang menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Penunjukan tersebut menandai babak baru dalam perjalanan karier Nanik yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia jurnalistik, politik, hingga pemerintahan. Lahir di Madiun pada 3 Januari 1968, Nanik memulai karier profesionalnya […]

  • Tercatat sudah 17 negara memastikan tampil pada gelaran piala dunia 2026

    Tercatat sudah 17 negara memastikan tampil pada gelaran piala dunia 2026

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sudronesia, Sepakbola – Sampai september tercatat sudah 17 negara yang sudah memastikan lolos ke piala dunia 2026. Turnamen Piala Dunia 2026 ini akan menjadi edisi pertama Piala Dunia dengan format 48 tim.. pada turnamen kalin ini akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Hal ini memberikan kesempatan bagi lebih banyak negara dari berbagai belahan […]

  • Kejanggalan dalam proses hukum Nadim Makarim

    Kejanggalan dalam proses hukum Nadim Makarim

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2026
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sudronesia – Proses hukum yang menjerat Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook terus menuai sorotan publik. Sejumlah pihak menilai terdapat berbagai kejanggalan dalam penanganan perkara tersebut, mulai dari konstruksi hukum, pembuktian di persidangan, hingga dugaan kriminalisasi kebijakan. Sorotan tajam datang dari Mahfud MD yang menyebut penegakan hukum dalam kasus itu terkesan dipaksakan dan […]

  • Sembilan Dapur MBG di Gresik Stop Operasi. Gresik Utara Terbanyak

    Sembilan Dapur MBG di Gresik Stop Operasi. Gresik Utara Terbanyak

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sudronesia – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan suspend atau memberhentikan sementara sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, imbas dari memberikan kelapa utuh dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menilai keputusan pengelola SPPG untuk tetap memberikan menu kelapa utuh […]

  • Grup Musik Legendaris Slank Kembali Rilis Lagu dan Album “Republik Fufufafa”, Angkat Kritik Sosial yang Tajam

    Grup Musik Legendaris Slank Kembali Rilis Lagu dan Album “Republik Fufufafa”, Angkat Kritik Sosial yang Tajam

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sudronesia – Grup band legendaris Indonesia, Slank kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik Tanah Air dengan merilis album terbaru bertajuk Republik Fufufafa. Album ke-26 dalam perjalanan karier mereka ini resmi diluncurkan pada 5 Juni 2026 di markas besar Slank, Gang Potlot, Jakarta Selatan. Kembalinya Slank melalui album Republik Fufufafa mendapat perhatian luas publik karena menghadirkan […]

expand_less