Breaking News
light_mode
Beranda » OLAHRAGA » Piala Dunia 2026 Berpotensi Sepi Penonton, Harga Tiket Jadi Sorotan

Piala Dunia 2026 Berpotensi Sepi Penonton, Harga Tiket Jadi Sorotan

  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar

Sudronesia – Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menghadapi sorotan terkait potensi menurunnya jumlah penonton di sejumlah pertandingan. Meski menjadi edisi terbesar dalam sejarah dengan 48 negara peserta dan 104 pertandingan, tingginya harga tiket serta biaya perjalanan dinilai dapat mengurangi antusiasme suporter untuk hadir langsung di stadion.

Sejumlah pengamat menilai sistem dynamic pricing atau harga dinamis yang diterapkan FIFA menjadi salah satu faktor utama. Skema ini membuat harga tiket dapat berubah sesuai permintaan pasar, sehingga pada beberapa pertandingan harga tiket melonjak jauh lebih tinggi dibanding edisi sebelumnya. Bahkan, tiket final sempat dipatok hingga ribuan dolar AS, memicu kritik dari kelompok suporter yang menilai turnamen semakin sulit dijangkau oleh penggemar biasa.

Selain harga tiket, biaya akomodasi, transportasi, dan perjalanan antar kota tuan rumah juga menjadi tantangan tersendiri. Dengan pertandingan tersebar di 16 kota berbeda di tiga negara, banyak suporter harus mengeluarkan biaya besar untuk mengikuti tim kesayangannya sepanjang turnamen.

Di berbagai forum penggemar sepak bola, muncul laporan bahwa beberapa pertandingan yang melibatkan tim-tim nonunggulan masih menyisakan cukup banyak kursi. Sejumlah pengamat pasar tiket bahkan menilai harga yang terlalu tinggi berpotensi membuat beberapa stadion tidak terisi penuh, terutama pada laga fase grup yang tidak melibatkan negara-negara favorit.

Meski demikian, FIFA membantah kekhawatiran tersebut. Organisasi sepak bola dunia itu mengklaim permintaan tiket Piala Dunia 2026 tetap sangat tinggi, dengan ratusan juta permintaan tiket yang telah masuk dari berbagai negara. FIFA juga menyatakan akan terus membuka penjualan tiket secara bertahap agar lebih banyak penggemar memiliki kesempatan untuk hadir langsung di stadion.

Dengan waktu penyelenggaraan yang semakin dekat, perhatian kini tertuju pada bagaimana FIFA dan panitia lokal menjaga keseimbangan antara keuntungan komersial dan aksesibilitas bagi suporter. Jika harga tiket dan biaya perjalanan tetap tinggi, kekhawatiran mengenai stadion yang tidak penuh pada sejumlah pertandingan bisa menjadi tantangan nyata bagi pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.

  • Penulis: Muhammad Khudhaifi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pusat Demokrasi dan Kemanusiaan Pertanyakan Keberadaan Komisi Irigasi Gresik

    Pusat Demokrasi dan Kemanusiaan Pertanyakan Keberadaan Komisi Irigasi Gresik

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sudronesia – Komisi irigasi kabupaten gresik sudah resmi dibentuk pada 11 september bulan lalu. Dipimpin Edy Hadiswoyo yang sekaligus menjabat sebagai ketua dewan pengawas Bank Gresik. Dalam pelantikan Komisi irigasi Edy Hadiswoyo menekankan tentang pengelolaan air yang adil, efisien serta berkelanjutan, disisi lain bupati gresik fandi ahmad yani memberikan pesan penting kepada para jajaran komisi […]

  • Wasekjen PB. PMII desak KPK segera tetapkan tersangka kasus kuota haji

    Wasekjen PB. PMII desak KPK segera tetapkan tersangka kasus kuota haji

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sudronesia – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Bidang Keagamaan dan Hubungan Umat Beragama, menanggapi dinamika penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). PB PMII menyatakan sikap resmi terkait perkembangan penyidikan dugaan korupsi kuota haji yang saat ini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Fuad Muhammad […]

  • Dampak Psikologis Pasca Demonstrasi berujung ricuh di Kediri

    Dampak Psikologis Pasca Demonstrasi berujung ricuh di Kediri

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Jawa Timur, Kediri – Aksi Demontsrasi pada hari Sabtu, (30/8/2025) yang kemudian berujung ricuh, dengan pengerusakan, pembakaran, serta penjarahan barang barang perabotan pada TKP demo tersebut. Akan berdampak pada kondisi psikologis masyarakat Kediri Raya.   Shinfani Rodhiyani, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Psikolog Klinis di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK). Menjelasakan tentang masalah yang kemudian dihadapi masyarakat. […]

  • Tingkatan kepekaan terhadap kaum muda. KNPI Sidayu gresik gelar Nobar Pesta Babi

    Tingkatan kepekaan terhadap kaum muda. KNPI Sidayu gresik gelar Nobar Pesta Babi

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2026
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Sudronesia – Upaya meningkatkan kepekaan sosial dan daya kritis generasi muda terus dilakukan berbagai elemen kepemudaan di Kabupaten Gresik. Salah satunya dilakukan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Sidayu yang menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter bertajuk “Pesta Babi”. Kegiatan Nobar Pesta Babi tersebut digelar di Taman Pasar Sidayu Gresik pada Minggu 24 Mei […]

  • Satu bulan dilantik. Avicenna tunggu langkah kongkrit Komisi Irigasi

    Satu bulan dilantik. Avicenna tunggu langkah kongkrit Komisi Irigasi

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sudronesia – Pemerintah Kabupaten Gresik sudah resmi membentuk Komisi Irigasi periode 2024-2027. Pada Bulan september yang lalu Bupati gresik H. Fandi Ahmad Yani resmi mengukuhkan Komisi Irigasi kabupaten Gresik, Kegiatan pengukuhan dibarengi sekaligus Sidang Pleno pertama Komisi Irigasi yang dipimpin oleh ketua komisi irigasi Edy Hadisiswoyo. Dalam momentum pengukuhan Bupati gresik berpesan kepada komisi irigasi […]

  • Lebih dari 1.000 Petugas Sensus Siap Diterjunkan Mulai 15 Juni untuk Sukseskan Sensus Ekonomi

    Lebih dari 1.000 Petugas Sensus Siap Diterjunkan Mulai 15 Juni untuk Sukseskan Sensus Ekonomi

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sudronesia – Sebanyak lebih dari 1.000 petugas sensus dikabupaten Gresik dijadwalkan mulai turun ke lapangan pada 15 Juni mendatang dalam rangka menyukseskan pelaksanaan sensus ekonomi. Pengerahan petugas dalam jumlah besar tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pelaku usaha dan aktivitas ekonomi dapat terdata secara akurat, lengkap, dan tepat waktu. Pelaksanaan sensus ekonomi menjadi salah satu agenda […]

expand_less