Breaking News
light_mode
Beranda » EKONOMI » Setelah MBG Bermasalah, Kini Koperasi Desa Merah Putih Mulai Tuai Sorotan

Setelah MBG Bermasalah, Kini Koperasi Desa Merah Putih Mulai Tuai Sorotan

  • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
Sudronesia – Setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai berbagai polemik dalam tahap implementasinya, perhatian publik kini mulai beralih kepada program Koperasi Desa Merah Putih yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan. Sejumlah akademisi, pegiat desa, hingga pengamat kebijakan mulai mempertanyakan kesiapan tata kelola, sumber pendanaan, serta mekanisme pengawasan program yang ditargetkan menjangkau puluhan ribu desa di seluruh Indonesia.

Sorotan muncul karena pembentukan koperasi dilakukan secara masif dan serentak. Beberapa kalangan menilai pendekatan tersebut berpotensi mengabaikan kondisi setiap desa yang memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda. Kritik juga mengarah pada model kebijakan yang dinilai lebih bersifat top-down dibandingkan lahir dari kebutuhan masyarakat desa itu sendiri.

Selain aspek kelembagaan, persoalan pendanaan menjadi perhatian utama. Sejumlah pihak mengkhawatirkan penggunaan porsi besar dana desa untuk mendukung pembentukan koperasi dapat mengurangi ruang pemerintah desa dalam menentukan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan lokal. Akademisi menilai kebijakan yang terlalu seragam berisiko melemahkan semangat otonomi desa yang selama ini menjadi dasar pembangunan berbasis masyarakat.

Di lapangan, tantangan lain juga mulai teridentifikasi. Kajian akademik dan pengamatan sejumlah peneliti menemukan adanya persoalan literasi kelembagaan yang masih rendah, keterbatasan administrasi, hingga kekhawatiran mengenai kapasitas pengurus dalam mengelola koperasi secara profesional. Permasalahan permodalan, pengelolaan unit simpan pinjam, serta kemampuan membangun rantai distribusi hasil pertanian juga dinilai menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum program berjalan optimal.

Meski demikian, pemerintah dan sejumlah pendukung program meyakini Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan posisi tawar petani, membuka akses permodalan, serta memperpendek rantai distribusi komoditas. Sejumlah penelitian bahkan menyebut program ini dapat menjadi instrumen strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi desa apabila disertai pendampingan yang kuat, tata kelola yang transparan, dan pengawasan yang efektif.

Dengan berbagai kritik dan harapan yang mengiringinya, Koperasi Desa Merah Putih kini berada di persimpangan penting. Setelah polemik MBG yang memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan program pemerintah berskala besar, publik menuntut agar program koperasi desa tidak hanya sukses di atas kertas, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

  • Penulis: Muhammad Khudhaifi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dicopot Predisent dari Menteri Koperasi. Budi Ari setiadi akan terima 2 Tunjangan Sekaligus.

    Dicopot Predisent dari Menteri Koperasi. Budi Ari setiadi akan terima 2 Tunjangan Sekaligus.

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sudronesia – Budi Arie Setiadi kini tak lagi menjabat sebagai Menteri Koperasi (Menkop) setelah Presiden Prabowo Subianto mencopotnya pada 7/9/2025 dan melantik Ferry Juliantono sebagai Menkop baru pada Senin (8/9) Budi Arie pun menyerahkan jabatannya ke Ferry melalui serah terima jabatan (sertijab) di kantornya. Terkait pergantian tersebut, Budi Arie mengaku tak terkejut. Ia mendapat kabar […]

  • Bahaya Mengintai Jika Nilai Rupiah Terus Melemah

    Bahaya Mengintai Jika Nilai Rupiah Terus Melemah

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sudronesia – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian berbagai kalangan. Sejumlah ekonom mengingatkan bahwa jika tren pelemahan berlangsung dalam waktu yang lama, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas melalui kenaikan harga barang dan menurunnya daya beli. Ketika rupiah melemah, biaya impor barang dan bahan baku […]

  • menang 4-0 atas wolves. Pep Guardiola : Ada Penurunan dibabak kedua

    menang 4-0 atas wolves. Pep Guardiola : Ada Penurunan dibabak kedua

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sepakbola – Manchester City mengalahkan Wolverhampton Wanderers di pekan pertama Premier League. Pelatih Manchester Biru Pep Guardiola memuji performa tim nya di babak pertama, namun menyoroti babak kedua. Man City menang telak 4-0 saat bertandang ke Molineux, Sabtu (16/8/2025) malam WIB, pada pekan pertama Premier League 2025/2026. Tijjani Reijnders dan Erling Haaland membawa manchester biru […]

  • Bahas Endapan Dana di BI, Mukhamad Misbakhun langsung tutup rapat.

    Bahas Endapan Dana di BI, Mukhamad Misbakhun langsung tutup rapat.

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sudronesia – Rapat kerja Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa dengan Komisi XI DPR RI sedang menjadi sorotan. Publik yang penasaran dengan kinerja Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa yang sempat memicu kontroversi akibat statement-statemen yang dikeluarkan di hari pertamanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Publik juga cukup terkejut dengan peristiwa yang terjadi dalam rapat […]

  • Roy Suryo Yakin Paska Situasi Meredah, Silvester akan segerah ditahan.

    Roy Suryo Yakin Paska Situasi Meredah, Silvester akan segerah ditahan.

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sudronesia, Nasional – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Guntur Romli menyoroti langkah Kejaksaan Agung yang gercep menetapkan eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI, Nadiem Makarim sebagai tersangka dalam kasus korupsi. Menurut Gun Romli, sikap tegas kejaksaan justru bertolak belakang dengan penanganan kasus pencemaran nama baik yang menjerat relawan Jokowi, Silfester Matutina. […]

  • si Batik Dibalik Pertemuan Ulama Besar “Simbol NU Bersatu, Indonesia Maju”

    si Batik Dibalik Pertemuan Ulama Besar “Simbol NU Bersatu, Indonesia Maju”

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sudronesia – Siapa sangka, di balik langkah tenang dua tokoh penting Nahdlatul Ulama—Gus Yahya Cholil Staquf dan KH. Miftachul Akhyar—terselip sosok muda yang mencuri perhatian. Publik mungkin fokus pada momen bertemunya dua pucuk pimpinan PBNU ini, namun ada satu figur berbatik yang berjalan di samping mereka, ikut mengawal suasana penuh kehangatan itu. Pertanyaannya: siapa sebenarnya […]

expand_less