si Batik Dibalik Pertemuan Ulama Besar “Simbol NU Bersatu, Indonesia Maju”
- account_circle
- calendar_month Kam, 27 Nov 2025
- visibility 162
- comment 0 komentar

Berbaju Batik warna Coklat dia adalah Aqib Ardiansyah Politisi Senayan dapil Jateng VII
Sudronesia – Siapa sangka, di balik langkah tenang dua tokoh penting Nahdlatul Ulama—Gus Yahya Cholil Staquf dan KH. Miftachul Akhyar—terselip sosok muda yang mencuri perhatian. Publik mungkin fokus pada momen bertemunya dua pucuk pimpinan PBNU ini, namun ada satu figur berbatik yang berjalan di samping mereka, ikut mengawal suasana penuh kehangatan itu. Pertanyaannya: siapa sebenarnya “Si Batik” yang tiba-tiba jadi perbincangan?
Pertemuan itu terjadi di sebuah bandara besar, ketika rombongan ulama tiba untuk menghadiri agenda strategis NU. Gus Yahya dan KH. Miftachul Akhyar tampak akrab, berjalan berdampingan dalam balutan pakaian khas pesantren. Namun di sisi kiri mereka, seorang pria berbatik tampil mencolok—bukan hanya karena pakaiannya, tetapi juga karena posisi dan wibawanya seolah bukan orang sembarangan. Dia adalah Aqib Ardiansyah, M.Si., politisi muda dari PAN yang belakangan disebut-sebut dekat dengan para tokoh NU.
Menurut sumber internal yang ikut dalam rombongan, kehadiran Aqib bukan sekadar menemani. “Mas Aqib itu jembatan komunikasi. Dia anak muda yang luwes, bisa masuk ke dunia politik tapi tetap hormat kepada para kiai,” ujar seorang pengurus NU yang meminta namanya tak disebut. “Tidak banyak orang tahu, tapi dia salah satu yang mendorong suasana cair antara para tokoh besar itu.”
Momen keakraban tersebut menjadi sorotan karena dianggap sebagai simbol menguatnya soliditas PBNU. Di tengah hiruk-pikuk politik nasional, keharmonisan antara Gus Yahya dan KH. Miftachul Akhyar dipandang sebagai penanda stabilitas jam’iyyah terbesar di Indonesia. Dan kehadiran Aqib Ardiansyah menambah warna baru: generasi muda yang bergerak senyap namun berdampak.
Aqib sendiri disebut-sebut sebagai politisi muda yang mulai naik daun di tubuh PAN. Latar belakang akademisnya yang kuat dan jejaringnya di kalangan santri membuatnya punya posisi unik. “Indonesia butuh anak muda yang bisa menjaga hubungan antara ulama dan negara. Mas Aqib salah satunya,” kata seorang analis politik lokal.
Tak heran jika foto itu viral—ulama besar, simbol kebesaran NU, dan di tengahnya seorang anak muda berbatik yang seperti mengawal masa depan. NU bersatu, politik adem, dan Indonesia mendapat harapan baru dari generasi yang bergerak tanpa banyak kata.

Berbaju Batik warna Coklat dia adalah Aqib Ardiansyah Politisi Senayan dapil Jateng VII
Pertemuan itu mungkin terlihat sederhana, hanya beberapa orang berjalan di koridor bandara. Namun bagi banyak orang, momen tersebut adalah gambaran lengkap: tradisi bertemu modernitas, ulama berdampingan dengan politisi muda, dan satu pesan kuat—NU bersatu, Indonesia maju.
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar