Jadi Tolak Ukur Pembangunan, Avicenna Ingatkan Petugas Sensus Ekonomi Bekerja Cermat dan Hati-hati.
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar

Gresik – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting dalam menghadirkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Karena itu, seluruh petugas sensus diingatkan untuk bekerja secara profesional, cermat, dan penuh kehati-hatian saat melakukan pendataan di lapangan.
Sebanyak 1095 petugas sensus digresik telah usai digembleng pelatihan selama 14 hari terbagi menjadi 3 gelombang dan tersebar di 4 hotel besar di kabupaten Gresik. Mereka semua akan mulai bertugas pada Senin 15 Juni sampai dengan Agustus 31 Juni 2026.
Lembaga kebijakan publik Avicenna Umar Faruq memberikan pesan penting kepada para petugas sensus ekonomi yang telah mengikuti pelatihan selama empat hari sebelum diterjunkan ke lapangan. Menurutnya, kualitas data yang dikumpulkan akan menjadi tolok ukur dalam melihat kondisi perekonomian masyarakat serta menentukan arah pembangunan di masa mendatang.
“Sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, setiap data yang dihimpun harus benar-benar valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Umar Faruq Koordinator Kajian dan Data Avicenna.
Ia menegaskan, petugas harus mengedepankan ketelitian dalam melakukan wawancara maupun pengisian kuesioner. Kesalahan sekecil apa pun dapat memengaruhi hasil sensus secara keseluruhan dan berdampak pada perencanaan pembangunan.
Selain itu, Avicenna juga meminta petugas untuk menjaga integritas dan membangun komunikasi yang baik dengan responden. Dengan pendekatan yang humanis, diharapkan masyarakat dapat memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga kualitas data yang diperoleh semakin baik.
Menurutnya, data sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam memetakan potensi usaha, perkembangan sektor ekonomi, hingga kondisi pelaku usaha di berbagai wilayah. Hasil pendataan nantinya akan menjadi rujukan bagi pemerintah dalam merumuskan program pemberdayaan ekonomi, investasi, hingga penciptaan lapangan kerja.
“Dari data inilah pemerintah dapat mengetahui kondisi riil di lapangan. Karena itu saya mengingatkan seluruh petugas agar bekerja dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian. Data yang dihasilkan hari ini akan menjadi tolok ukur bagi berbagai kebijakan pembangunan ke depan,” tegasnya.
Sebanyak 1.095 petugas sensus ekonomi yang telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan intensif selama empat hari dijadwalkan mulai melakukan pendataan di berbagai wilayah. Diharapkan, pelaksanaan sensus ekonomi dapat berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas untuk mendukung pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
- Penulis: Muhammad Khudhaifi

Saat ini belum ada komentar